Sabtu, 06 Maret 2010
What!!!! Bocah umur 13 tahun udah jadi ayah???? Masa sih???? Coba aja baca artikelnya dibawah ini....
Drama Alfie Patten, remaja 13 tahun berwajah baby face, masih menarik untuk diikuti. Seorang sahabat dari keluarga Chantelle Steadman, kekasih Alfie, menuduh bahwa Alfie dibohongi oleh orangtua Chantelle. Motifnya adalah uang dengan menjual kisah sensasional itu.
Clive Sim (39), sahabat orangtua Chantelle menyatakan, orangtua Chantelle memaksa putri mereka untuk bungkam tentang cowok-cowok yang pernah tidur dengannya. Motifnya adalah uang, menyusul atensi media pada Alfie Patten, bocah 13 tahun yang wajahnya mirip bocah 8 tahun.
Seperti diberitakan, sedikitnya 6 remaja pria lainnya bisa jadi adalah ayah bayi Maisie, meskipun Chantelle menyangkal tuduhan itu. Dua cowok telah mengakui pernah tidur dengan Chantelle. Namun Chantelle bilang bahwa keperawanannya direnggut oleh Alfie. Alfie bersedia menjalani tes DNA untuk membuktikan dialah ayah bayi Meisie.
"Ini sungguh kotor," ujar Sim seperti dilansir media Inggris, Daily Mail, Rabu (18/2) lalu.
"Alfie bukan malaikat, demikian juga Chantelle. Mereka hanyalah anak-anak dan orang-orang dewasa di sekeliling mereka membuat keputusan buruk didasari karena uang, bukan demi kebaikan anak-anak itu," kritik Sim.
Menurut prediksi, kisah Alfie Patten ini bisa menghimpun uang sekitar Rp 8,5 miliar hingga beberapa tahun ke depan. Uang itu didapat dari media Inggris yang berebutan mendapatkan izin membuat kisah dokumenter mereka, penjualan foto bayi mereka saat berulang tahun pertama dan saat masuk sekolah di hari pertama.
The Sun, tabloid pertama yang menulis soal Alfi, dilaporkan membeli kisah itu ratusan juta rupiah. Bahkan ayah Alfie, Dennis, menyewa konsultan media berpengalaman untuk mengurusi soal uang pembayaran yang disebut-sebut bermasalah. Badan pengawas media Inggris bahkan menggelar penyelidikan menyusul kecurigaan uang bermain dalam isu ini.
Mana tuh bocah????!!!!
Ampun deh......
Label: ayah termuda, hal unik, hot news
Selasa, 09 Juni 2009
Bermental Maling, Prajurit Israel Rampok Palestina

Prajurit Israel yang ditangkap karena mencuri kartu kredit seorang warga Palestina
Minggu lalu dua prajurit ditangkap, tetapi satunya dilepas setelah penyidik menemukan dia tidak terkait dengan kejahatan. Temannya mengakui tuntutan tersebut dan berkata dia telah mencuri NIS 500 ($ 125), yang kemudian dihamburkan untuk berfoya-foya. Dakwaan terhadap tentara tersebut, yang akan dikeluarkan dari tentara, juga menuntutnya atas tindakan yang mengganggu penyelidikan dengan berusaha meyakinkan kepada temannya untuk tidak memberitahukan kepada penyidik apa yang terjadi. Polisi militer telah diminta untuk melanjutkan penangkapan sampai berhentinya proses hukum terhadap dia.
Para pengacara prajurit tersebut mengatakan kepada penyidik menggunakan cara yang tidak sah secara hukum dalam menginterogasi kliennya. Hal tersebut dilakukan agar mendapatkan pengakuan kliennya dan menolak hak untuk perwakilan baginya.
Dakwaan ini adalah yang kedua yang dijatuhkan terhadap prajurit Givati atas pencurian dalam waktu satu bulan. Sebelumnya seorang prajurit dari pasukan mengakui mencuri NIS 1600 ($ 400) dari kartu kredit dia curi dari orang Palestina selama Operasi Cast Lead di Jalur Gaza.
Pada bulan lalu, pengadilan militer Komando selatan IDF melakukan penangkapan seorang prajurit Brigade Givati karena tindakan pencurian ketika Israel melakukan operasi militer baru-baru ini di Gaza.
Prajurit tersebut diduga melakukan pencurian kartu kredit dari rumah Palestina bersama dengan prajurit lainnya. Dia kemudian menggunakannya untuk membeli barang seharga NIS 1600 ($ 388). Penangkapan mereka pertama kali dilaporkan oleh Ynet.
Prajurit yang terdakwa tersebut kemudian mengaku bersalah atas tuntutan terhadap dirinya selama investigasi, jaksa penuntut militer bermaksud untuk menuduh dia dalam beberapa hari.

Sewaktu Agresi Militer di Gaza, Babi Ngepet IDF Israel Beraksi! ![]()
Keluhan yang tersebut memicu oleh penyelidikan polisi militer, dan sebuah laporan rahasia telah diserahkan kepada hakim tepat sebelum dua prajurit tersebut ditangkap. Pejabat kepala mengatakan penyelidikan masih berlangsung, dan mungkin melibatkan prajurit dan sipil lainnya.
Brigadir Givati pada dasarnya berfungsi sebagai kekuatan amfibi dan merupakan salah satu angkatan darat dalam Angkatan Pertahanan Israel. Prajurit Givati dikenal dengan baret ungu. Simbol dari Brigade tersebut merupakan rubah. Mereka berpartisipasi dalam Perang Gaza Desember lalu, yang memiliki kode nama Operation Cast Lead.
Sungguh ironis bahwa sebuah kasus kehilangan sejumlah $ 400 diselidiki secara serius oleh pemerintah Israel, sedangkan kasus kejahatan perang yang telah memakan banyak nyawa tak berdosa, sekaligus pelanggaran hak asasi manusia justru belum menunjukan hasil yang signifikan. Padalah, kerugian yang dialami tentunya tidak mungkin lebih kecil dari $ 400. (iw/yn/smedia)
Label: hot news
